97 peserta berpartisipasi semarakkan Gebrasta 2011
26 peserta berhasil menjadi sang juara
Semarak Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra (Gebrasta) 2011 SMK Labor, yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 26 s.d. 29 Oktober 2011 telah berakhir. Selama tiga hari peserta menunjukkan kebolehannya dan memberikan yang terbaik kepada penonton serta dewan juri. Dihari keempat, 29 Oktober 2011 ditutup dengan seminar tentang Sumpah Pemuda. Gebrasta 2011 diikuti 19 sekolah terdiri atas 97 peserta tingkat SLTP dan SLTA Sederajat Se-Kota Pekanbaru. Selama perlombaan peserta tampil total menunjukkan talentanya masing-masing. Dari 97 peserta yang bertanding, sebanyak 26 peserta berhasil meraih gelar juara dibidang lomba masing-masing. Adapun, perlombaan yang dilombakan untuk tingkat SLTP Sederajat yaitu lomba pidato, dan baca puisi, sedangkan perlombaan untuk tingkat SLTA Sederajat yang diperlombakan, yaitu Anugerah Bahasa Indonesia Kategori Pelajar EYD Terbaik, Duta Bahasa Indonesia, Lomba Baca Puisi, dan Lomba Pidato.
Baca Selengkapnya »
![]() |
|
Pascagebyar Bulan Bahasa dan Sastra 2011
Menjelang Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra 2011
Panitia keluarkan jadwal tetap pertandingan
Menjelang perhelatan Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra (Gebrasta) 2011, panitia menggelar rapat internal. Rapat internal tersebut diikuti Pembina Kumbara (komunitas Bahasa dan Sastra), ketua panitia, dan panitia Gebrasta 2011. Rapat yang berlangsung di meeting room, pada hari Selasa, 18 Oktober 2011, menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya:
Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra 2011
Memperingati Hari Jadi Bahasa Indonesia Ke-83
Sukses melaksanakan Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra 2010, kini Komunitas Bahasa dan Sastra (Kumbara) SMK Labor Pekanbaru siap melaksanakan Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra (Gebastra) 2011. Gebastra tahun ini mengusung tema “Bangkitkan Nasionalisme dengan Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia”. Berbeda dengan kegiatan tahun lalu, yang hanya melibatkan pelajar SMK Labor Pekanbaru. Gebastra 2011 melibatkan pelajar SMP dan SMK Sederajat Se-Kota Pekanbaru. Berbagai macam lomba pun digagas, seperti Anugerah Bahasa Indonesia ( SMK), Pemilihan Duta Bahasa (SMK), Lomba Pidato (SMP&SMK)), Lomba Baca Puisi (SMP&SMK), dan Gerakan Cintai Bahasa Indonesia.
Refleksi 83 Tahun Bahasa Indonesia (Bag 1)
Bahasa Indonesia Berkarakter
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang maupun sekelompok orang, untuk menyampaikan sesuatu baik ide, pesan, maupun gagasan. Penyampain suatu ide, pesan, maupun gagasan tidak terlepas dari seberapa tangguh karakter yang dimiliki bahasa tersebut. Karakter yang dimiliki setiap bahasa, tidaklah sama. Hal ini dapat dilihat dari ketangguhan bahasa terhadap berbagai gempuran globalisasi. Bahasa yang memiliki karakter yang tangguh akan eksis dan lolos dari gempuran globalisasi. Sebaliknya, bahasa yang memiliki kerentanan karakter akan punah dan kalah terhadap gempuran globalisasi.
Ponsel Picu Tumor Otak
Penggunaan Ponsel Durasi Lama Picu Tumor Otak
Berhati-hatilah menggunakan ponsel dalam durasi waktu yang cukup lama, karena penggunaan ponsel dalam durasi waktu yang lama akan mengakibatkan tumor otak. Tumor otak merupakan salah satu penyakit yang menyerang otak. Karena otak merupakan salah satu organ tubuh paling penting, organ lainnya dapat terganggu sehingga kematian dapat terjadi.
Tumor otak bisa menyerang siapa saja, bahkan anak-anak dan remaja. Namun pada umumnya tumor menyerang orang usia produktif atau dewasa. Laporan Penelitian ini berdasarkan penelitian para ahli di kalangan Universitas Apeejay College of Engineering yang menemukan dampak paparan gelombang mikro dari ponsel dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko serangan tumor otak.
Dalam penelitian ini ditemukan, bahwa mereka yang menggunakan ponsel dalam waktu cukup lama juga memiliki risiko terserang glioma ganas dan juga neuromas akustik. Penelitian lainnya yang dipimpin oleh Dr Lennart Hardell menemukan risiko dari tumor otak akan meningkat seiring semakin seringnya seseorang menggunakan ponsel. Risiko itu juga berbanding lurus dengan lamanya penggunaan ponsel. Sedangkan pada anak-anak, gelombang mikro yang dihasilkan oleh ponsel akan memiliki efek lebih brutal terhadap otak. [mor]
sumber: http://inilah.com


