3 Manuskrip Indonesia Masuk Memori Dunia
Mak Yong Masuk Memori Dunia
Tiga manuskrip kuno Indonesia diusulkan sebagai Memori Dunia atau Memory of The World. Peninggalan tertulis masa lalu yang telah masuk nominasi UNESCO tahun ini yaitu Babad Dipanagara atau Autobiographical Chronicle of Prince Dipanagara (1785-1855), La Galigo, dan Mak Yong Documentation. Mendiknas selaku Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menyampaikan, Babad Dipanagara diusulkan sebagai Memori Dunia bukan sekadar mengisahkan Diponegoro sebagai seorang pangeran atau pejuang, tetapi atas filosofi-filosofi kehidupan dan pemerintahan yang dituangkan dalam naskah tersebut. Adapun manuskrip La Galigo mengisahkan epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan, yang ditulis diantara abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno. Naskah ini ditulis dalam huruf Lontara kuno Bugis.


Baca Selengkapnya »

